Populer

Green Nagan Dorong Ekonomi Syariah Jadi Penggerak Kemandirian Ekonomi Aceh

Nahan Raya – Penguatan ekonomi syariah dan UMKM dinilai menjadi kunci untuk mendorong kemandirian ekonomi Aceh. Potensi tersebut menjadi sorotan dalam diskusi publik yang digelar Forum Green Nagan di Kabupaten Nagan Raya, Sabtu (31/10/2026).

Diskusi bertajuk Ekonomi Syariah dan Kemandirian Daerah Istimewa itu berlangsung di Green Nagan Cafe dan Resto. Kegiatan tersebut diikuti pelajar, mahasiswa, serta pelaku UMKM yang membahas peluang pengembangan ekonomi syariah sebagai kekuatan ekonomi masyarakat.

Direktur Green Nagan, Ihsan Satria, mengatakan diskusi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda dan pelaku usaha mengenai penerapan prinsip ekonomi syariah dalam kegiatan ekonomi sehari-hari.

Menurutnya, ekonomi syariah tidak sebatas persoalan sistem keuangan, tetapi juga menyangkut prinsip keadilan, transparansi, dan kebermanfaatan dalam aktivitas usaha.

“Aceh memiliki kekhususan dan potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah. Karena itu, perlu keterlibatan semua pihak, terutama anak muda dan pelaku usaha, untuk membangun ekonomi daerah yang mandiri, produktif, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” kata Ihsan.

Ia menilai pengembangan ekonomi syariah harus diikuti langkah konkret, terutama dalam memperkuat kapasitas UMKM, mengembangkan potensi lokal, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Ihsan juga menilai agenda kemandirian ekonomi dan pemerataan kesejahteraan dalam Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto perlu diterjemahkan hingga ke tingkat daerah.

“Momentum dua tahun Asta Cita ini menjadi kesempatan bagi kita untuk melihat bagaimana agenda pembangunan nasional dapat diterjemahkan menjadi gerakan nyata di daerah. Kami ingin mendorong generasi muda dan pelaku UMKM agar semakin memahami ekonomi syariah, bukan hanya sebagai konsep, tetapi sebagai prinsip yang bisa diterapkan dalam kegiatan ekonomi sehari-hari,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat perlu membangun kolaborasi agar potensi ekonomi Aceh dapat memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat.

Selain penguatan UMKM, optimalisasi lembaga pengelola dana umat juga dinilai penting untuk mendukung perputaran ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.

Diskusi tersebut menghadirkan dua akademisi, Firdaus dan Edi Saputra, sebagai narasumber. Sementara Ardiansyah, yang juga akademisi, bertindak sebagai moderator.

Melalui forum itu, Green Nagan berharap pengembangan ekonomi syariah tidak berhenti pada wacana, tetapi dapat mendorong lahirnya inisiatif dan gerakan ekonomi produktif di tengah masyarakat.

- Advertisement -

Berita Terkait