Populer

Illiza Instruksikan OPD Siaga Hadapi Dampak Karhutla, Warga Diimbau Pakai Masker

BANDA ACEH: Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memperkuat langkah antisipasi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul meningkatnya indikator kualitas udara di ibu kota Provinsi Aceh tersebut dari angka 63 menjadi 131. Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker sebagai langkah perlindungan kesehatan.

Instruksi tersebut disampaikan Illiza saat memimpin rapat penanganan dampak karhutla bersama Sekretaris Daerah, para asisten, dan kepala OPD di Ruang Rapat Wali Kota, Balai Kota Banda Aceh. Dalam rapat itu, dibahas sejumlah langkah terpadu untuk mengantisipasi penurunan kualitas udara dan melindungi kelompok masyarakat yang rentan terhadap gangguan pernapasan.

Illiza meminta seluruh jajaran pemerintah kota segera melakukan sosialisasi secara masif agar masyarakat memahami langkah-langkah perlindungan diri, terutama jika kondisi udara semakin memburuk.

“Saya minta sosialisasi dilakukan secara masif agar masyarakat peduli, seperti memakai masker dan mengurangi aktivitas yang kurang penting. Kita harus waspada terutama kepada kelompok rentan,” ujar Illiza.

Ia mengatakan, Pemko Banda Aceh akan membentuk tim khusus untuk menangani dampak karhutla sekaligus memastikan setiap OPD menjalankan tugas sesuai kewenangannya. Pemantauan kualitas udara juga akan dilakukan secara berkelanjutan sebagai dasar menentukan langkah penanganan berikutnya.

“Kita pantau terus, jangan sampai berisiko. Harapannya dampak dari karhutla tidak terus menyebar dan menebal,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi lanjutan, Pemko Banda Aceh tengah menyiapkan sejumlah opsi kebijakan apabila kualitas udara terus memburuk. Opsi tersebut meliputi penerapan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN), pembelajaran daring bagi siswa PAUD hingga SMP, serta pembatasan jam operasional kafe dan warung kopi yang beroperasi selama 24 jam. Kebijakan tersebut masih dalam tahap persiapan dan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan.

Di sektor kesehatan, Dinas Kesehatan diminta memastikan seluruh puskesmas dalam kondisi siaga selama 24 jam, termasuk kesiapan pelayanan kegawatdaruratan pada malam hari dan ketersediaan alat bantu pernapasan. Sementara itu, RSUD Meuraxa menyiapkan tambahan stok oksigen, ruang penanganan darurat, obat-obatan, serta koordinasi tenaga medis untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan pelayanan kesehatan.

Pemko Banda Aceh juga membahas pembentukan posko siaga di Balai Kota dengan dukungan ambulans dan mobil puskesmas keliling, serta koordinasi bersama Badan Kemakmuran Masjid (BKM), dai, dan daiyah untuk memperluas penyebaran informasi kesiapsiagaan karhutla kepada masyarakat.[]

- Advertisement -

Berita Terkait