Populer

Dispar Banda Aceh Dorong Pelestarian Budaya Lewat Atraksi Seni di PLTD Apung

BANDA ACEH: Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Banda Aceh terus mendorong pelestarian seni dan budaya Aceh sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas daerah sekaligus meningkatkan daya tarik wisata. Salah satunya melalui kegiatan atraksi seni dan budaya yang digelar di situs wisata tsunami PLTD Apung, Banda Aceh.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh, Muhammad Siswanto, mengatakan kebudayaan merupakan identitas dan jati diri masyarakat yang harus dijaga serta diwariskan kepada generasi mendatang. Hal tersebut disampaikannya saat mewakili Kepala Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh dalam kegiatan atraksi seni dan budaya bertema “Merajut Warisan, Membangun Kolaborasi, Menginspirasi Generasi”.

Menurut Siswanto, budaya Aceh tidak hanya menjadi warisan leluhur, tetapi juga mengandung nilai-nilai keislaman, solidaritas, gotong royong, dan kearifan lokal yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat.

“Kebudayaan merupakan identitas dan jati diri masyarakat yang harus kita jaga bersama. Bagi masyarakat Aceh, budaya tidak hanya menjadi warisan leluhur, tetapi juga mengandung nilai-nilai keislaman, solidaritas, gotong royong, dan kearifan lokal,” ujar Siswanto, Sabtu, 17 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, kegiatan atraksi seni dan budaya tersebut menjadi salah satu wadah untuk memperkenalkan sekaligus menjaga keberlangsungan budaya Aceh di tengah perkembangan zaman. Pelestarian budaya, menurutnya, tidak cukup hanya dengan mempertahankan tradisi, tetapi juga perlu diiringi inovasi dan kreativitas agar tetap relevan bagi generasi muda.

Melalui kegiatan yang berlangsung di salah satu destinasi wisata sejarah unggulan Banda Aceh tersebut, Siswanto berharap kolaborasi antara pemerintah, pelaku seni, komunitas budaya, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menjaga warisan budaya sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dalam menjaga, mengembangkan, serta mewariskan kebudayaan Aceh kepada generasi mendatang. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi kemajuan kebudayaan dan pariwisata Kota Banda Aceh,” tutupnya.[]

- Advertisement -

Berita Terkait