ACEH BESAR: Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP), mengembangkan teknologi pembesaran tiram berbasis probiotik untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat pesisir di Desa Lamnga, Aceh Besar.
Program tersebut dilaksanakan melalui Skema Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Produk Teknologi Tepat Guna (PKMBP-TTG) Tahun 2026 yang didanai PTNBH Universitas Syiah Kuala. Kegiatan bertajuk “Pengembangan Teknologi Pembesaran Tiram Berbasis Probiotik sebagai Upaya Penguatan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Kelompok Mangrove GERBANG Desa Lamnga, Aceh Besar” itu diketuai Dr. Nurfadillah, S.Si., M.Si., dosen Program Studi Budidaya Perairan FKP USK.
Desa Lamnga dinilai memiliki potensi kawasan mangrove yang mendukung pertumbuhan tiram sebagai komoditas bernilai ekonomi. Namun, usaha pembesaran tiram yang dikelola masyarakat masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain pertumbuhan tiram yang rendah, kualitas lingkungan budidaya yang belum optimal, serta terbatasnya penerapan teknologi ramah lingkungan sehingga hasil produksi dan pendapatan masyarakat belum maksimal.

Melalui program tersebut, tim pengabdian memperkenalkan teknologi pembesaran tiram berbasis probiotik untuk meningkatkan kualitas media budidaya, mempercepat pertumbuhan, dan menjaga kesehatan tiram secara alami. Penggunaan teknologi ini juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia sehingga lebih ramah lingkungan dan menghasilkan produk budidaya yang berkualitas.
Dr. Nurfadillah mengatakan teknologi tepat guna berbasis probiotik dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan produktivitas budidaya tiram dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
“Melalui inovasi ini, kami berharap masyarakat dapat mengembangkan budidaya tiram secara lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis, demonstrasi penggunaan teknologi, pendampingan penerapan di lapangan, serta monitoring dan evaluasi bersama Kelompok Mangrove GERBANG Desa Lamnga. Selain meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis, program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kelembagaan kelompok agar mampu mengembangkan usaha budidaya secara mandiri dan berkelanjutan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, melalui hilirisasi inovasi dan teknologi agar dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat. USK berharap sinergi dengan kelompok masyarakat dapat mempercepat penerapan teknologi tepat guna sekaligus mendorong pengembangan ekonomi biru berbasis potensi sumber daya pesisir secara berkelanjutan di Aceh.


