Femini.id – Ketika menikmati liburan dengan mengunjungi satu tempat ke tempat lain tanpa disadari hal-hal seperti membuang sampah, menggunakan listrik, menggunakan banyak plastik, dilakukan tanpa melihat efek pada bumi itu sendiri.
Padahal kamu harus tetap menjaga kelestarian lingkungan agar tidak rusak dan dapat kamu nikmati sepanjang waktu hingga anak cucu kelak. Selain itu, dengan menerapkan ramah lingkungan, kamu telah menghargai tempat yang kamu singgahi di mana pun kamu berada.
Jangan merasa bahwa kamu cuma seorang traveler sehingga tidak memperhatikan lingkungan, hal itu tentu dapat berimbas pada kesehatan tubuh.
Kamu dan partner traveling bisa lakukan hal-hal kecil dalam mencintai bumi selama perjalanan. Seperti dilansir dari dream.co.id berikut, Simak deretannya!
Hindari Air Minum Kemasan
Salah satu cara termudah untuk tetap ramah lingkungan saat melakukan traveling adalah dengan menghindari air minum kemasan. Untuk melakukannya, kamu bisa membawa botol untuk digunakan mengisi air minum.
Pada tempat liburan tertentu, seperti bandara, terdapat keran untuk minum air, kamu bisa mengisi ulang botol yang sudah kosong pada tempat ini. Selain itu, kamu juga bisa mengisi air pada botol sebelum berpergian di tempat kamu menginap.
Pilih Kelas Ekonomi di Pesawat
Tanpa kamu ketahui, memilih kelas ekonomi di pesawat saat berpergian dapat bantu mengurangi konsumsi karbon. Sebab di kelas bisnis, konsumsi karbon bisa meningkat hingga lima kali lipat.
Tidak Meminta Kamar Dibersihkan Saat Menginap Beberapa Malam
Saat berada di sebuah hotel dalam waktu beberapa malam, biasanya banyak orang yang memilih untuk membersihkan kamarnya setiap hari.
Padahal untuk membersihkan kamar, akan banyak energi listrik dan air yang terbuang. Jadi, coba untuk minta membersihkan kamar hanya saat kamu merasa kamar benar-benar kotor saja.
Menikmati sajian lokal
Tak ada salahnya untuk menikmati segala menu yang dijual para warga lokal, Jonathan Engels dari Green Global Travel merekomendasikan untuk mencari hidangan tradisional yang cenderung menggunakan bahan-bahan lokal.
Hal itu dilakukan agar kita tetap bisa merasakan kelezatan produk lokal daripada makan barang impor untuk menciptakan kembali makanan tidak sehat.