1. Memiliki Visi
Dalam menjalin hubungan, ia tidak hanya ingin sekedar bersenang-senang. Dia memiliki alasan yang jelas mengapa memilihmu sebagai pasangan hidupnya. Ia juga akan menyusun rencana bagaimana kebahagiaan bisa ia capai bersama.
2. Emosi Terkontrol
Bukannya tidak pernah marah, tapi ia bisa mengendalikan dan mengarahkannya kepada hal yang tepat, pasangan bukanlah tempat pelampiasan emosi dari masalah-masalah yang dia alami.
3. Perhatian Ideal
Perhatiannya pas, bukan perhatian orang posesif, tapi tidak juga cuek. Ia memberikan kepercayaan kepada pasangan, tapi tetap memberi penjagaan dari kemungkinan masuknya hama pengganggu dalam hubungan.
4. Selalu Diskusi
Meski ia memiliki posisi sebagai pemimpin dalam keluarga dan bisa memutuskan sendiri, tapi ia tetap mengajaknu berdiskusi dan menghargai keputusan bersama, terutama jika sudah berkaitan dengan hubungan kalian berdua.
5. Mendampingi
Perasaannya selalu ingin mendampingimu, sekalipun raga belum bisa bersama. Hati dan pikirannya selalu siap untuk menerima segala keluh kesah darimu, lewat media apa saja.
6. Paham Kewajiban
Dalam hubungan, masing-masing memiliki kewajiban. Ia tidak menjalani sebuah hubungan berdasar ‘kemauan’ sendiri, tapi ada ilmu dan pemahaman yang ia jadikan landasan.
Ketulusan cinta, atau fase cinta sejati tidak digapai secara instan dan tidak akan muncul di masa awal hubungan. Berbagai ujian kepercayaan dan pengorbanan harus lebih dulu dilakukan hingga muncul rasa ketulusan dari masing-masing pasangan.