Femini.id – Relawan dari Melbourne, Australia Fatih Volunteer Teaching Program (FVTP) blusukan ke sekolah-sekolah yang ada di Kota Banda Aceh untuk memberikan pendidikan Bahasa Inggris dengan metode pembelajaran yang berbeda. Kegiatan itu dimulai sejak awal Januari hingga 5 Februari mendatang.
Fatih Bilingual School menggandeng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh mendatangkan para relawan Fatih Volunteer Teaching Program (FVTP) dari tiga universitas yaitu Sirius College (Melbourne), Amity College (Sydney) dan Fountain College (Perth).
“Program ini diikuti oleh 58 orang yang terdiri dari mahasiswa-mahasiswi dari Universitas asal Australia, yang disertai dengan pembinanya, dengan tujuan belajar sambil berbagi,” kata Marketing Manager dan Humas Fatih Bilingual School, Mehmet Cetin, Kamis, 19 Januari 2023.
Cetin mengatakan, kegiatan tersebut dimaksudkan untuk membantu murid serta guru di 66 sekolah yang terdiri dari SD/MI dan SMP/MTsN yang berada di lingkungan Kota Banda Aceh dan Aceh Besar dalam meningkatkan kemampuan berbahasa inggris.
“Program ini untuk memberikan suasana pembelajaran yang berbeda terutama dalam kemampuan berbahasa Inggris dengan memberikan kesempatan bagi para pelajar untuk berinteraksi secara langsung dengan penutur asli bahasa tersebut,” ujarnya.
Selain kegiatan belajar mengajar, kegiatan tersebut juga diselingi dengan berbagai program pengenalan budaya lewat program orientasi budaya maupun kegiatan-kegiatan lainnya. Para relawan juga akan mengunjungi berbagai tempat wisata di Aceh baik di dalam Kota Banda Aceh maupun di wilayah lainnya seperti Sabang dan Takengon.
“Selain kontribusi dalam dunia pendidikan Indonesia terutama untuk para pelajar di Aceh. Ini juga kesempatan mengenalkan wilayah Aceh sebagai tujuan wisata ke dunia internasional, khususnya ke Australia,” jelasnya.

Guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) 67 Percontohan Banda Aceh, Nurrahmi, mengatakan para relawan Fatih Volunteer Teaching Program tersebut sudah mengajarkan bahasa Inggris di sekolah mereka sejak 4 hari yang lalu.
“Memang disekolah sudah ada muatan bahasa Inggris tapi ketika mereka para relawan ini datang langsung, antusias anak-anak lebih besar karena mereka bisa berbicara bahasa Inggris secara langsung dengan orang asing,” kata Rahmi.
Rahmi menuturkan, hari ini pihaknya melaksanakan program outing class dengan membawa anak-anak dan mengajak para relawan langsung ke situs kebudayaan daerah Aceh seperti museum Aceh, rumoh Aceh dan makam-makam komplek istana raja Aceh.
“Selain mengajar bahasa asing, hari ini juga ikut para relawan Australia dari fatih bilingual school pada kegiatan outing class, mereka mengadakan kerjasama dengan dengan kami pada kegiatan hari ini karena hari ini adalah hari terakhir mereka mengajar di sekolah kami,” ujarnya.

Sementara itu, relawan Fatih Volunteer Teaching Program (FVTP) Mehmet Ali Hasan Houssein dan Mahmoud Kashoa, berharap program ini dapat meningkatkan minat dan kompetensi siswa dalam mempelajari Bahasa Inggris.
“Kami berharap ketika kami kembali tahun depan ke Aceh siswa-siswi disini sudah mahir berbahasa Inggris baik dalam berbicara maupun dalam menulis bahasa Inggris. Selama di Aceh kami juga banyak sekali belajar culture/budaya Aceh yang sangat bagus dan relegius. Bagi kami sendiri, kegiatan ini bertujuan sebagai sarana belajar tentang pendidikan dan kebudayaan di Aceh,” kata relawan FVTP.