Banda Aceh: Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan mengedukasi siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 15 Tibang, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, melalui pelatihan pembuatan sabun cuci tangan berbahan dasar garam laut.
Dosen Ilmu Kelautan FKP USK, yang juga narasumber pengabdian kepada masayarakat, Dr. Chitra Octavina, S.Kel., M.Si, mengatakan kegiatan tersebut mengusung tema “Inovasi Ramah Lingkungan: Hilirisasi Produk Laut (Handwash) Berbasis Organik Untuk Masyarakat Pesisir”.
“Hari ini Prodi Ilmu Kelautan mengadakan pengabdian kepada masyarakat dengan tema hilirisasi produk dari bahan baku alam laut. Sasaran kami adalah daerah pesisir, salah satunya SDN 15 Tibang,” ujar Chitra.
Ia menjelaskan, kegiatan ini melibatkan seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 untuk mempraktikkan langsung pembuatan sabun dari garam laut. “Karena tema kita pesisir, maka bahan bakunya juga berasal dari pesisir, seperti garam, yang mudah ditemukan dan dapat dimanfaatkan masyarakat,” katanya.

Menurut Chitra, garam dipilih karena ketersediaannya melimpah dan mudah diakses, baik dari petani maupun pasar. “Dengan menambahkan garam ke biang sabun, jumlah sabun bisa diperbanyak dan dapat digunakan hingga satu sampai dua bulan, tergantung pemakaian,” jelasnya.
Selain praktik langsung, tim juga menyediakan modul pembuatan sabun untuk sekolah agar ilmu yang diberikan dapat berlanjut. “Harapan kami tidak berhenti di sekolah saja, tetapi bisa diterapkan siswa di rumah bersama orang tua,” tambahnya.

Ia menambahkan, program serupa telah beberapa kali dilakukan dan akan terus diperluas ke sekolah-sekolah pesisir lainnya di Banda Aceh hingga Aceh Besar. “Ke depan, kegiatan ini akan terus kami lakukan, bahkan bisa melibatkan mahasiswa melalui himpunan agar jangkauannya lebih luas,” ujarnya.
Kepala SD Negeri 15 Tibang, Mizanna, S.Pd., M.Pd., menyambut baik kegiatan tersebut dan mengaku pihak sekolah sangat antusias.
“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dari Prodi Kelautan dan Perikanan karena kegiatan ini memberikan ilmu dan wawasan baru bagi guru dan siswa serta bisa langsung diaplikasikan,” katanya.

Ia juga menilai kegiatan ini mendukung pendidikan kesehatan dan kepedulian lingkungan di sekolah. “Anak-anak diajarkan cara mencuci tangan yang benar, manfaatnya, serta cara membuat sabun dari bahan alami. Harapannya mereka lebih sadar akan pentingnya kesehatan, baik di sekolah maupun di rumah,” ujarnya.
Mizanna menambahkan, pihak sekolah membuka peluang kolaborasi jangka panjang dengan USK. “Kami berharap kerja sama ini tidak hanya hari ini saja, tetapi bisa berlanjut dan diterapkan ke depannya,” jelas Mizanna.

Sementara itu, salah seorang siswi, Rahel, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena mendapatkan pengalaman baru. “Saya senang karena bisa belajar membuat sabun dari garam laut dan jadi tahu cara mencuci tangan yang benar,” tutur Rahel.


