Femini.id – Potret prevalensi kekerasan fisik dan/atau seksual terhadap perempuan usia 15-64 tahun oleh pasangan dan selain pasangan di Indonesia menurun 7,3% dalam kurun waktu 5 tahun. Namun, terjadi peningkatan prevalensi kekerasan seksual yang dilakukan oleh bukan pasangan dari 4,7% pada tahun 2016 menjadi 5,2% pada tahun 2021.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, mengatakan hal tersebut mengacu dari data Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) Tahun 2021.
“Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) Tahun 2021 pun menunjukkan 4 dari 100 anak laki-laki rentang usia 13-17 tahun di perkotaan dan 3 dari 100 anak laki-laki rentang usia 13-17 tahun di perdesaan, pernah mengalami kekerasan seksual dalam bentuk kontak maupun non kontak sepanjang hidupnya,” kata Bintang, Rabu, 14 September 2022.
Sementara itu, untuk anak perempuan yang tinggal baik di perkotaan maupun perdesaan, prevalensinya naik dua kali lipat dibandingkan laki-laki, yaitu 8 dari 100 anak perempuan rentang usia 13-17 tahun.
Menteri PPPA menuturkan, pemerintah menaruh komitmen besar dalam pengentasan isu kekerasan seksual di berbagai lini kehidupan bermasyarakat serta memperjuangkan kesetaraan gender bagi perempuan.
“Karenanya, dibutuhkan peran langsung masyarakat untuk dapat memecahkan permasalahan di hulu, dengan melakukan pencegahan, seperti memperbanyak akses pelaporan kekerasan, membangun lingkungan yang positif dan suportif bagi korban, serta sosialisasi dan pelatihan terkait pengarusutamaan gender dimulai dari lingkungan terkecil, ruang lingkup lainnya, hingga lembaga perguruan tinggi,” ujarnya.
Bintang menuturkan, perlu adanya wujud-wujud kolaborasi antara pemerintah dengan berbagai unsur masyarakat dalam melaksanakan perlindungan dan melakukan monitoring terhadap kebijakan-kebijakan yang dianggap diskriminatif.
“Marilah bersama-sama terlibat dan mengambil peran dalam upaya perlindungan perempuan dan anak dari berbagai macam bentuk kekerasan dan diskriminasi, serta mendukung terciptanya kesetaraan dan keadilan gender di Indonesia,” jelasnya.