Populer

Kasus HIV Remaja Meningkat, Dinkes Aceh Tekankan Pentingnya Edukasi Seksual Sejak Dini

Banda Aceh: Dinas Kesehatan Aceh mengatakan kasus HIV pada kelompok remaja di Aceh mengalami peningkatan dan menekankan pentingnya edukasi seksual sedini mungkin untuk mencegah perilaku berisiko.

“Hingga Oktober 2025 tercatat 2.085 kasus HIV di Aceh sejak 2004, dengan 285 kasus muncul di tahun ini. Temuan yang mengkhawatirkan adalah meningkatnya kasus pada kelompok umur 11-20 tahun, yang mencapai 12 persen dari total kasus tahun 2025,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Aceh, Iman Murahman, Rabu (3/12/2025).

Iman meyebut angka ini menunjukkan bahwa penularan HIV di Aceh sudah banyak terjadi pada remaja.

“Artinya, anak-anak SMP pun kini rentan,” ujarnya.

Menurut Iman, faktor kurangnya pengetahuan remaja tentang fungsi organ reproduksi serta risiko perilaku seksual berbahaya menjadi penyebab meningkatnya kasus. Ia menekankan peran keluarga dalam memberikan edukasi yang benar sejak dini.

“Edukasi harus dimulai dari lingkungan keluarga tentang fungsi organ reproduksi, bagaimana hubungan seksual yang sehat, dan bahaya perilaku seksual laki-laki dengan laki-laki,” jelasnya.

Sementara itu, menurutnya beberapa kasus remaja juga dipengaruhi kondisi psikologis dan sosial seperti fatherless atau kurangnya figur ayah di rumah.

Iman memastikan layanan pemeriksaan HIV sudah tersedia di semua puskesmas dan rumah sakit di Aceh. Pemeriksaan dilakukan dengan Rapid Diagnostic Test (RDT), yang menjadi standar pelayanan kesehatan dasar.

Kelompok berisiko seperti ibu hamil, pasien TBC, pengguna narkoba suntik, lelaki seks lelaki (LSL), waria, warga binaan, serta calon pengantin diwajibkan menjalani pemeriksaan HIV.

“Begitu hasil pemeriksaan HIV positif, langsung dilakukan tindak lanjut dan pendampingan,” kata Iman.

Selain itu, Iman meminta masyarakat dan media untuk tidak memberikan stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Menurutnya, stigma menyebabkan penderita enggan memeriksakan diri atau melanjutkan pengobatan, sehingga berpotensi menularkan ke orang lain.

“Informasi harus disampaikan tanpa diskriminasi. ODHA yang sudah menjalani pengobatan juga bertanggung jawab untuk tidak menularkan kepada orang lain,” tegasnya.

Terakhir, ia mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga perilaku dan menghindari aktivitas berisiko di mana pun berada.

Iman mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk mengingat pentingnya pencegahan, edukasi, dan dukungan kepada ODHA.

“HIV bisa terkena siapa saja, tetapi kita bisa mencegahnya dengan edukasi, pemeriksaan dini, serta perilaku yang aman,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Terkait