Femini.id – Kamu pasti sering mendengar bahwa orang moody adalah seseorang yang sering mengalami perubahan suasana hati yang tak terduga, sesaat senang kemudian dia berubah sedih secara mendadak. Semua orang pasti pernah mengalami moody, moody muncul sebagai respon karena dipicu suatu hal.
Beberapa teori telah diajukan oleh para peneliti tentang penyebab munculnya moody. Peneliti percaya yang menyebabkan moody adalah ketidakseimbangan dalam neurotransmitter (zat kimia di otak seperti serotonin, dopamine, noradrenaline, dan gamma-aminobutyruc-GABA).
Selain itu moody biasanya disebabkan oleh berbagai hal misalnya faktor eksternal dan internal yang memengaruhi kondisi tubuh, seperti:
1. Ketidakseimbangan hormon.
Misalnya hormon estrogen berperan selama perubahan suasana hati saat PMS dan hormon hipotiroidisme, suatu kondisi dimana kelenjar tiroid tidak menghasilkan hormon yang cukup.
2. Kelainan atau gangguan psikologis/kejiwaan.
Contoh gangguan ini termasuk Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), depresi, gangguan bipolar, dan banyak lagi.
3. Stress dan kelelahan.
Perasaan stress dan khawatir dapat menimbulkan dampak pada tubuh dan kesehatan, salah satunya membuat perubahan pada mood. Kondisi tubuh kita yang lelah dan kurang tidur membuat kemampuan otak untuk menerima informasi dan stimulus menurun.
4. Masa pubertas.
Pubertas pada remaja adalah masa perubahan emosional, fisik, dan psikologis dan kehidupan seorang anak. Pergeseran mood dan reaksi emosional biasa terjadi selama fase kehidupan ini.
Sebenarnya moody tidak selalu buruk. Studi dari University College London menemukan, orang moody mungkin menunjukkan tanda-tanda kemampuan alami untuk beradaptasi dengan perubahan.
Menurut psikiater Julie Holland, orang moody adalah orang yang lebih sensitif terhadap rangsangan kecil. Bersikap moody berarti tubuh kita sedang menyesuaikan diri dengan perasaan atau dengan kata lain mempunyai intuisi yang kuat.
Moody baik bagi dirimu ketika kamu bisa mengambil keuntungan dari perasaan moody itu. Misalnya kamu tahu dan merasa ada sesuatu yang salah, kamu bisa langsung membicarakan hal itu. Tetapi jika moody-mu terjadi terus menerus dan cukup menganggu kehidupan sehari-hari, kamu harus mengkonsultasikan pada profesional.
Jika moody-mu tergolong ringan, atau tidak terjadi terus-terusan kamu bisa ikuti beberapa tips ini:
1. Belajar stress management
2. Tidur yang berkualitas
3. Olahraga rutin
4. Hindari makanan mengandung kafein, alkohol, dan gula