Populer

Jurnalis Perempuan Al Jazeera Tewas Ditembak, Ancaman Kemerdekaan Pers di Dunia

Femini.id – Shireen Abu Akleh, 51, jurnalis veteran Al Jazeera tewas ditembak oleh tentara Israel saat meliput serangan militer Israeldi sebuah kamp Palestina di Kota Jenin, tepi Barat.

Tragedi berdarah 11 Mei 2022 itu menewaskan Akleh lewat tembakan peluru yang mengenai kepalanya saat Israel dan Palestina sedang tidak berkonfrontasi.

dilansir dari Al Jazeera di laman aljazeera.com, usai tertembak Akleh sempat dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan kritis, namun tak lama setelahnya ia dinyatakan meninggal pada pukul 07:15 (4:15 GMT).

Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Herik Kurniawan mengatakan, peristiwa tersebut telah menodai kemerdekaan pers sedunia yang baru saja dirayakan pada awal bulan Mei lalu.

Tewasnya Shireen Abu Akleh akibat konflik Israel dan Palestina semakin menambah daftar jurnalis yang dibunuh di dunia.

“Dalam kurun waktu 10 tahun setidaknya ada 562 jurnalis di dunia yang dibunuh. Sementara pada tahun 2021 ada sebanyak 45 jurnalis yang tewas di bunuh di seluruh dunia,” kata Herik dalam keterangan, Jumat, 14 Mei 2022.

Menurutnya, tewasnya Shireen Abu Akleh serta jurnalis lainnya di berbagai belahan dunia saat menjalankan tugas mulianya, menjadi bukti betapa masih rentannya keselamatan bagi para jurnalis, dan dunia telah bersepakat bahwa profesi jurnalis adalah profesi yang harus dilindungi dan terbebas dari segala intervensi.

“Kasus kekerasan yang menimpa jurnalis saat menjalankan tugasnya harus menjadi perhatian seluruh dunia. Karena situasi ini menjadi ancaman serius bagi kemerdekaan pers di seluruh dunia,” ujarnya.

Pihaknya menyatakan, IJTI menaruh perhatian serius terhadap kasus kekerasan yang menimpa para jurnalis tidak hanya di dalam negeri, namun juga di berbagai belahan dunia terutama tewasnya Shireen Abu.

- Advertisement -

Berita Terkait