Banda Aceh: Indosat Ooredoo Hutchison memastikan layanan jaringan telekomunikasi di Aceh tetap stabil selama Ramadan hingga Idulfitri 2026. Penguatan jaringan dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penggunaan data yang biasanya meningkat pada periode Ramadan dan mudik Lebaran.
Sebagai bagian dari kesiapan tersebut, Indosat menggelar Ekspedisi Jaringan Andal #LebihBaikIndosat dengan rute Medan menuju Aceh Tamiang. Kegiatan ini dilakukan untuk mengecek langsung kualitas jaringan di sepanjang jalur perjalanan, termasuk kawasan permukiman dan titik keramaian masyarakat.
Executive Vice President Head of Circle Sumatra Indosat Ooredoo Hutchison, Agus Sulistio, mengatakan Ramadan merupakan periode dengan peningkatan trafik data yang cukup tinggi seiring meningkatnya aktivitas digital masyarakat.
“Di momen Ramadan, masyarakat sangat bergantung pada koneksi untuk menjaga silaturahmi dan menjalankan aktivitas digital. Dengan analisis trafik berbasis AI, kami dapat memantau beban jaringan secara real-time sehingga penguatan kapasitas bisa dilakukan di titik yang memang dibutuhkan,” kata Agus, Rabu (11/3/2026).
Ia menambahkan, Indosat juga telah memulihkan lebih dari 800 base transceiver station (BTS) yang sebelumnya terdampak bencana banjir di Aceh pada Desember lalu. Saat ini seluruh BTS milik Indosat di provinsi tersebut telah kembali beroperasi secara normal.
Untuk menjaga kualitas layanan selama Ramadan dan Lebaran, perusahaan melakukan pemantauan jaringan selama 24 jam, meningkatkan kapasitas di lokasi prioritas, serta menyiagakan BTS bergerak di titik dengan potensi lonjakan trafik tinggi.
Selain penguatan jaringan, Indosat juga menjalankan program sosial Surau Kita Berdaya di 13 surau di sejumlah daerah, seperti Aceh Tamiang, Aceh Tengah, dan Pidie Jaya. Program ini mencakup renovasi rumah ibadah serta penguatan aktivitas komunitas masyarakat, termasuk renovasi Mushola Al-Ikhlas di Aceh Tamiang yang mampu menampung sekitar 500 jamaah dan juga dimanfaatkan sebagai tempat perlindungan warga saat terjadi bencana.


