Femini.id – Komunikasi Yang Toxic
Misalnya, sering menggunakan senjata diam seribu bahasa untuk membuat pasangan bersalah atau memutarbalikkan fakta untuk lari dari masalah. Atau justru sering menggunakan sarkasme atau kritikan keras saat marah kepada pasangan.
Hilangnya Usaha Merawat Hubungan
Tidak berusaha untuk memperbaiki komunikasi dan interaksi saat bertengkar atau mengalami konflik dalam hubungan. Sering mengabaikan pesan atau tidak berusaha untuk memenuhi love language untuk mempererat hubungan.
Sikap Merendahkan Pasangan
Misalnya; Sering membandingkan kekurangan pasangan dengan sosok yang dikagumi. Sering menyalahkan pasangan atas kebutuhan yang sulit dipenuhi pasangan. Menggunakan kalimat-kalimat merendahkan, sehingga menyebabkan pasangan insecure berlebihan.
Emosi Yang Dipendam Sendirian
Rasa marah atau kecewa yang tidak tersampaikan, suatu saat dapat mengubah kamu untuk mudah curiga atau mudah marah karena hal sederhana. Hal ini bila terus dilakukan, suatu saat kamu akan mengalami ledakan amarah yang sulit dikendalikan.
Tanpa kamu sadari, hubungan yang kamu jalani mungkin sudah berubah menjadi interaksi yang tidak sehat lagi. Hal ini bisa jadi disebabkan karena konflik tersembunyi, atau memang pasanganmu yang toxic.