Populer

Dampak Perubahan Iklim, Perempuan Pribumi Dan Penyandang Disabilitas di Daerah Terpencil Menanggung Beban Yang Tidak Proporsional

Femini.id – Women and the Economy Forum Chair, Chuti Krairiksh menyatakan bahwa populasi yang paling rentan, seperti perempuan pribumi, perempuan penyandang disabilitas yang tinggal di daerah terpencil sering menanggung beban yang tidak proporsional dari dampak perubahan iklim, sampah laut, limbah yang tidak didaur ulang, dan dampak dari akses energi yang tidak setara.

“Kami menyadari bahwa populasi yang paling rentan, seperti perempuan pribumi atau penduduk asli, perempuan penyandang disabilitas, dan mereka yang tinggal di daerah terpencil atau pedesaan sering menanggung beban yang tidak proporsional dari dampak perubahan iklim, sampah laut, limbah yang tidak didaur ulang, dan dampak dari akses energi yang tidak setara,” kata Chuti, Kamis, 15  September 2022.

Namun, perempuan dan anak perempuan dapat mengembangkan solusi yang bermakna, efektif, dan relevan untuk mengembangkan model ekonomi Bio-Circular-Green (BCG).

“Serta partisipasi dan kepemimpinan perempuan secara penuh, setara, dan bermakna di semua tingkat pengambilan keputusan, juga anak perempuan sangat penting dalam mengembangkan kelestarian lingkungan dan upaya pemulihan yang lebih efektif,” jelasnya.

Model ekonomi BCG diperkenalkan ke dalam percakapan APEC sebagai strategi pertumbuhan pascapandemi yang menjanjikan di mana ilmu pengetahuan, inovasi dan teknologi diterapkan untuk mempromosikan penggunaan sumber daya yang efisien, memelihara dan memulihkan ekosistem, dan mengurangi limbah ke dalam sistem pembangunan.

Hal tersebut bertujuan untuk berkontribusi pada upaya global untuk mengatasi semua tantangan lingkungan secara komprehensif dan berkelanjutan.

- Advertisement -

Berita Terkait