Femini.id – Jika kamu pernah mendengar istilah “co-dependency”, kamu mungkin tau bahwa ini berarti kecenderungan seseorang terlalu bergantung pada pasangan atau orang lain. Namun, bagaimana jika kebalikannya?
Para ahli mendefinisikan counter-dependency sebagai “flight from intimacy.” Dalam istilah yang lebih sederhana, counter-dependency mengacu pada rasa takut bergantung pada orang lain.
Akar dari counter-dependency:
Ini adalah salah satu hasil utama dari tumbuh dengan pengabaian emosional saat masa kanak-kanak. Dalam banyak kasus anak-anak tidak diperhatikan, didengar, atau dihargai apa adanya. Mereka mungkin harus memenuhi kebutuhan orang tua yang terlalu lelah, sibuk atau egois untuk menyadari bahwa anak juga memiliki kebutuhan.
Mereka mungkin perlu menunjukkan diri mereka sebagai anak yang sempurna dengan perilaku yang sempurna dan prestasi yang sempurna, untuk menerima perhatian orang tua.
Di sisi lain, setiap permintaan untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri mungkin ditanggapi dengan ejekan atau penolakan. Atau, lebih buruk dari itu, mereka mungkin diabaikan. Mereka tumbuh dengan rasa takut akan hubungan intim, dan pikiran untuk mengungkapkan kebutuhan diri sendiri memicu rasa takut akan ditinggalkan atau ditolak. Jadi, mereka tetap berpura-pura bahwa mereka baik-baik saja, sementara di dalam mereka merasa hilang arah dan sendirian.
Tanda-tanda seorang counter-dependent:
1. Kamu percaya bahwa jika kamu terlalu dekat dengan seseorang, mereka akan memaksakan pikiran dan perasaan mereka padamu dan kamu akan kehilangan diri sendiri.
2. Kamu sangat mandiri, menolak untuk meminta atau menerima bantuan dari siapa pun.
3. Kamu takut terlalu dekat dengan siapa pun, takut mereka memata-matamu, mengetahui rahasiamu dan akhirnya menolakmu.
Menyadari bahwa perilaku counter-dependency menyabotase kehidupanmu dapat menjadi langkah pertama untuk memulihkan ketakutanmu dan menciptakan perubahan yang memungkinkanmu menjadi lebih dekat dengan seseorang.
Kamu juga bisa menghubungi profesional kesehatan mental untuk membantumu menemukan polamu dan untuk mengidentifikasi cara-cara yang lebih sehat untuk menjalin hubungan dengan orang lain.