Populer

Berprestasi Dan Sukses Tapi Merasa ‘Insecure Overachiever’

Femini.id – Penelitian selama berpuluh-puluh tahun pada perusahaan-perusahaan elite mengidentifikasi satu tipe pekerja tertentu; sangat kompeten dan sangat ambisius, tetapi didorong oleh perasaan secara mendalam bahwa kemampuan mereka tidak meyakinkan. Mereka adalah orang-orang berprestasi yang minder, istilahnya “insecure overachiever”.

Rasanya seperti kebutuhan untuk terus-menerus membuktikan bahwa kamu pantas berada di posisimu. Dalam buku Leading Prifessionals; Power, Politics, and Prima Donnas, para “insecure overachiever” tidak dilahirkan, tapi dibentuk, biasanya di masa kanak-kanak, melalui pengalaman, merasa tidak aman secara fisik, psikologis, atau finansial.

Pengalaman Masa Kanak-Kanak

Misalnya, anak-anak yang mengalami kemiskinan secara mendadak dan tidak terduga mungkin mendapati bahwa, sebagai orang dewasa, mereka tidak pernah mampu menghasilkan cukup nafkah untuk mengatasi rasa takut bahwa mereka bisa tiba-tiba jatuh miskin lagi.

Pola Asuh Orang Tua

Beberapa anak tumbuh dengan keyakinan bahwa mereka hanya diperhatikan dan dihargai oleh orang tua ketika mereka berprestasi. Sikap ini bisa bertahan lama setelah mereka meninggalkan rumah karena mereka telah menginternalisasi rasa minder atau ketidakamanan itu sebagai bagian dari identitas mereka.

Pengaruh Sosial Dan Budaya

Harapan masyarakat dan budaya dapat memberi penekanan kuat pada kesuksesan, pencapaian, dan kesempurnaan. Dalam konteks seperti itu, orang mungkin merasakan tekanan untuk berprestasi agar memenuhi harapan ini dan mendapatkan penerimaan dari orang lain.

Ketika kamu mencapai sesuatu, ingatlah betapa khawatirnya kamu tentang tidak berhasil, seberapa sering kamu berhasil terlepas dari masalah ini, dan tantang dirimu untuk mempercayai bukti dari pola kesuksesan kamu yang terus-menerus. Segera pulihkan inner childmu demi kesuksesan dengan rasa aman dan kebahagiaan sejati.

- Advertisement -

Berita Terkait