Populer

Anak Sering Dibentak? Ini Dampaknya!

Femini.idTumbuh Menjadi Pribadi Yang Pemarah

Anak yang sering dibentak dan dimarahi akan memiliki sifat yang mudah marah juga. Karena memang pada dasarnya anak-anak meniru apa yang ia lihat dari orang tuanya. Biasanya anak juga akan meluapkan emosinya pada orang lain seperti, pada teman-temannya di sekolah.

Anak Cenderung Menutup Diri

Anak yang sering dibentak dan dimarahi tanpa ia sadari, mendorong ia untuk menutup diri dari kehidupan sosialnya. Anak menjadi sulit bergaul dan sulit percaya pada orang lain.

Tidak Percaya Diri

Dalam jangka panjang, anak akan menjadi tidak percaya diri. Karena anak merasa ia sering disalahkan dalam melakukan sesuatu, sehingga ia merasa ia tidak mampu membuat orang tuanya senang dan tidak ‘capable’ dalam melakukan sesuatu dengan benar.

Anak Tidak Mau Mencoba Melakukan Hal Baru

Karena terlalu sering dibentak dan di marahi, anak pun menjadi takut ketika ia harus melakukan hal baru. Ia takut jika nantinya ia mencoba hal baru dan melakukan kesalahan, ia akan dibentak dan dimarahi lagi. Akhirnya, anak akan cenderung untuk memilih mundur saja.

Rasa Percaya Pada Orang Tua Pun Hilang

Jika terlalu sering dibentak dan dimarahi, tentu dalam waktu yang panjang, anak akan menjadi merasa tidak nyaman lagi dengan orang tuanya. Karena itu, nasihat dari orang tua pun bakal dianggap sebagai angin lalu oleh anak.

Sulit Menjadi Pendengar Yang Baik

Karena dalam keseharian anak, yang ia dengar adalah kata-kata amarah dan kata kasar orang tua, maka anak pun cenderung menjadi orang yang malas untuk mendengar omongan orang tua. Dengan kata lain, anak akan tumbuh memiliki kebiasaan “masuk telinga kiri, keluar telinga kanan”. Anak pun juga akan kesulitan menjadi pendengar yang baik.

Depresi

Ketika hal ini terus berkelanjutan, anak akan merasa orang tua dan lingkungannya tidak lagi menerimanya. Tekanan dan juga amarah yang berlebihan dari orang tua akan membuat anak menjadi depresi. Tentu hal ini tidak menutup kemungkinan anak akan menyakiti diri mereka sendiri.

Maka dari itu, janganlah menganggap emosi, marah-marah dan bentakan pada anak itu hal yang sepele ya. Karena jika hal itu dilakukan terus-menerus dalam jangka waktu yang panjang, akan memberikan dampak yang negatif bagi anak.

- Advertisement -

Berita Terkait