Femini.id – Beraroma Tuduhan
“Kamu kemarin chatan lagi sama dia, ya?” “Kamu gak jujur ya?” Kalau kamu tidak memiliki bukti apapun, atau ‘bukti’ tersebut masih multitafsir, hindari mengajukan pertanyaan beraroma tuduhan seperti di atas. Meski berdalih “kan cuma tanya..”
Terasa Menghakimi
“Kenapa kok kamu males banget?” “Kamu gak ada usaha berubah ya?” Meski kalimatnya tanya, tapi yang ditanya akan merasa seperti dihakimi. Jika niatmu baik dan gregetan dengan dia yang progresnya pelan, lebih baik tanya, “apa ada kendala?”
Menggeneralisir
“Kenapa sih kamu tuh selalu gitu?” “Kenapa kamu gak pernah gini?” Pasangan sangat mungkin salah dan melakukan kekeliruan. Tapi bukan berarti dia tidak punya kebaikan. Statemen semacam ini, selain menyakiti hati pasangan, juga membuat kamu sulit mensyukuri pasangan yang dimiliki.
Berbau Celaan
“Kamu gak bisa berubah, ya?” “Kamu bisa mikir gak sih?” Apabila ada keinginan untuk mengucapkan hal-hal ini, tahan. Celaan semacam ini tidak akan membawa perbaikan apa-apa. Justru hanya akan menoreh luka dan menjauhkan hati.