Femini.id – Apabila kekayaan, kecantikan, kepintaran, dan kepopuleran menjadi patokan kebahagiaan dalam kehidupan nyata, mestinya mereka yang telah meraih semua ini adalah golongan orang yang paling bahagia dan beruntung di dunia. Namun, mengapa banyak dari mereka malah gagal di kehidupan nyata? Apa pelajaran yang bisa diraih?
1. Kekayaan
Uang melayani mereka yang bijaksana menggunakannya, uang akan bekerja untuk mereka yang paham cara memanfaatkannya, tapi uang juga bisa berkuasa memperbudak manusia yang bermental miskin.
Sekaya apapun seseorang apabila kecerdasan emosinya rendah, ia akan mudah sekali untuk melakukan tindakan yang melanggar aturan yang dapat merugikan diri dan orang lain. Bukan kekayaan yang menjamin kebahagiaan, tapi bagaimana dirimu menyikapi kekayaan itu yang hanya dititipkan. Besar dan kecil, kamu sendiri yang memaknainya.
2. Kecantikan
Kecantikan yang tidak diikuti dengan inner beauty membuat perempuan diawal terlihat menarik, lama-kelamaan jadi membosankan. Semua perempuan itu cantik, maka latih juga kecantikan hatimu agar kebahagiaan selalu menaungi.
3. Berpendidikan Tinggi
Seringkali mereka yang merasa pintar, akhirnya kurang berempati dan hanya mengutamakan kepentingan pribadi. Ini bisa merugikan diri sendiri. Jika kamu merasa pintar, latih juga kecerdasan emosionalmu.
4. Popularitas
Ketenaran perlu disikapi dengan bijaksana agar kamu tidak terombang-ambing dengan arus popularitas. Jika kamu populer, latih kecerdasan spiritualmu, bahwa segala sesuatu hanyalah titipan. Menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Sang Maha Kuasa akan membuat kamu tenang mengarungi kehidupan.
Ketika kamu dititipkan kekayaan, kecantikan, kepintaran, dan kepopuleran, manfaatkan kesempatan itu untuk meraih sebanyak-banyaknya kebaikan dan keberkahan.